Demak, 27 Oktober 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mendistribusikan pasokan air bersih dengan total volume mencapai 55.000 liter pada hari Selasa (27/10/2026). Bantuan berskala besar ini disalurkan untuk meringankan beban masyarakat serta institusi pendidikan yang terdampak bencana kekeringan di wilayah Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Seluruh pendanaan untuk operasi distribusi pasokan air bersih ini didukung oleh PT PLN (Persero) ULP Demak.
Pelaksanaan penyaluran air bersih ini merupakan tindak lanjut langsung atas surat permohonan yang diajukan oleh para pengurus wilayah setempat kepada BPBD Demak guna mencukupi kebutuhan air harian warga. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), krisis air di wilayah tersebut memberikan dampak yang cukup luas. Di Desa Rejosari, kekeringan memengaruhi 415 Kepala Keluarga (KK), sementara di Desa Tlogorejo berdampak pada 465 KK. Tidak hanya menyasar permukiman warga, pasokan air bersih juga didistribusikan ke SDN 1 Kuripan untuk memenuhi kebutuhan 29 KK penerima manfaat di lingkungan sekolah tersebut.

Guna mempercepat pemerataan distribusi di Kecamatan Karangawen, BPBD Demak mengerahkan 5 unit armada truk tangki air yang secara total menyalurkan 11 ritase, di mana masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter. Rincian alokasinya meliputi 6 tangki untuk Desa Rejosari, 4 tangki untuk Desa Tlogorejo, dan 1 tangki khusus untuk SDN 1 Kuripan. Operasi di lapangan ini melibatkan sinergi dari personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Pemdes terkait, pihak sekolah, serta dukungan relawan dari RPB Demak Rescue dan RPB Kalijaga.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kehadiran truk tangki oranye BPBD disambut antusias oleh warga setempat. Para petugas BPBD tampak cekatan melayani warga dengan mengalirkan air dari selang berukuran besar secara langsung ke dalam berbagai wadah penampungan di pinggir jalan, seperti drum-drum plastik berwarna biru dan merah, serta ember-ember cucian. Di salah satu titik, warga bersama anak-anak juga tampak saling bergotong-royong menimba air menggunakan gayung plastik dari sebuah kolam tandon darurat yang terbuat dari terpal biru, untuk kemudian diisikan ke dalam puluhan galon dan botol plastik bening.