COVID-19 yang disebabkan virus corona, hingga kini telah membuat banyak perubahan pada pola hidup secara drastis di berbagai dunia, termasuk negara kita. Hal yang paling kentara, membatasi interaksi dengan orang lain dan sebisa mungkin tak berpergian ke luar rumah. COVID-19 di negara kita, pada bulan ini pemerintah mulai merencanakan new normal atau kenormalan baru di beberapa daerah. Singkat kata, new normal ini memberikan kelonggaran batasan aktivitas fisik. Misalnya, sektor perkantoran yang dibuka kembali dengan syarat disiplin protokol kesehatan. Sayangnya, tak semua orang bisa memahami konsep protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah atau pula Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal, konsep protokol kesehatan tersebut punya peran vital dalam menekan penyebaran virus corona.
Pertanyaanya, selain physical distancing, rajin mencuci tangan, penggunaan masker, hingga isolasi diri ketika sakit, protokol kesehatan apa saja yang kamu ketahui? Pernah mendengar protokol VDJ, alias Ventilasi-Durasi-Jarak?
Tiga Aspek Penting
Konsep protokol VDJ yang diterapkan pada diri dan lingkungan ini masih terbilang baru. Ide VDJ dilempar oleh akun Instagram @pandemictalks, informasi edukatif terkait pagebluk COVID-19. Lantas, seperti apa sih protokol VDJ ini?
V, yaitu ventilasi yang artinya berkaitan dengan sirkulasi udara. Ingat, risiko penularan virus corona lebih rendah jika ada aliran udara segar. Lain ceritanya dengan ruangan yang tertutup seperti ber-AC, di mana udara kembali resirkulasi. Enggak percaya? Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ruangan ber-AC berkaitan dengan penyebaran virus corona di sebuah restoran di Guangzhou, China.
Suhu dingin diyakini berpengaruh terhadap penyebaran wabah ini. Menurut para pakar, kondisi kering dan dinginnya suhu dapat memudahkan virus menyerang manusia. Tak cuma itu saja, kondisi lingkungan seperti ini juga bisa membuat virus berkembang dalam waktu yang lebih lama.
Setelah ventilasi, ada pula aspek lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu durasi atau “D”. Durasi ini juga menentukan penyebaran virus corona dalam satu lingkungan. Sebab, semakin lama durasi kita berinteraksi dengan seseorang yang telah terinfeksi atau mengembangkan gejala-gejala COVID-19, maka semakin besar potensi penularan terjadi. Oleh sebab itu, kini diwajibkan menggunakan masker, dan cobalah sebisa mungkin untuk mempersingkat waktu ketika melakukan kegiatan di luar rumah.
Terakhir “J”, alias jarak. Sebenarnya aspek yang satu ini telah dikemukakan lama oleh WHO dan pemerintah. Untuk mencegah penularan virus corona, setidaknya kita perlu menjaga jarak aman sejauh 2 meter dengan orang lain.