Keduanya bukanlah nama kluster perumahan atau properti, tetapi sebuah kluster penularan covid-19 yg terjadi di perkantoran pada sekelompok pegawai.
Kluster yang pertama terjadi disebuah rumah sakit, dimana sudah semua upaya penyediaan APD dan alur bagi pegawai yang bertugas di zona merah dan kuning covid dilakukan utk memenuhi standar safety.
Kluster Nasi Uduk justru terjadi di zona hijau petugas administrasi yg sama sekali tdk berhubungan dengan pelayanan pasien. Karena merasa berada di zona hijau ,maka terjadilah kelengahan dan menganggap enteng protokol kesehatan.
Di situasi ekonomi yg mencekik saat ini utk menghemat biaya makan, maka pegawai banyak yg berupaya masak dan makan bersama. Setiap pagi ada seorang pegawai yg memasak nasi uduk dan membawanya ke kantor utk dijual atau diperuntukan makan bersama (ngariung).
Pada saat makan makan bersama itulah, situasi sangat rawan terjadi karena gak mungkin makan menggunakan masker, jadi harus lepas masker. Memang terasa nikmat makan nasi uduk sambil bercengkerama , ditambah sambel kacang dan telur. Ditambah lagi situasi kekeluargaan dan kedekatan menyempurnakan situasi. Semua terasa dekat, termasuk virus SARCov2 yg menyebabkan covid.
Besoknya bbrp pegawai mengeluh sakit, ada yg demam, batuk dsb, lalu dicek dan diperiksa swab dgn hasil POSITIF COVID-19. Pegawai langsung di isolasi, ruangan ditutup, kegiatan terhenti…ITULAH TRAGEDI NASI UDUK.
Di sebuah kantor, biasa mengadakan rapat seminggu sekali sambil bbrp anggota membawa makanan utk saling berbagi. Kebetulan ada yg pandai masak SAMBEL IJO TERONG IKAN ASIN….
Kita bayangkan membuat air liur menetes betapa nikmat sambel tersebut, apalagi disertai dgn ayam goreng hangat. Maka makanlah mereka dengan lahap, ada yg nambah dua kali saking enaknya. Beberapa keringetan dan kepedesan sambil mangap mangap. Pada saat itulah terjadi peristiwa aerosol dari mulut2 yg kepedesan dan disertai juga dgn lontaran lontaran virus SARCov2 penyebab Covid. Maka esoknya beberapa mengeluh sakit, lidah tdk terasa dsb, diswab dan hasilnya POSITIF COVID-19.
Beberapa pasangan suami istri terkena covid, bahkan ada yg sedang hamil. Maka kantor ditutup dan dilakukan isolasi mandiri dan perawatan di RS. Itulah KLUSTER SAMBEL TERONG.
Para pemirsa,….. dua kejadian diatas jangan sampai terulang dikantor kantor lain. Jangan sampai timbul kluster sambel jengkol atau kluster sambel setan.
Patuhi protokol kesehatan, jangan disepelekan, jangan merasa aman di zona hijau. Hindari makan NGARIUNG bersama , apalagi pakai sambel pedas yg menimbulkan proses aerosol.
Salam
Yogi Prabowo
Spesialis orthopedi konsultan di RSCM