Demak, 26 Agustus 2026– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak turun tangan mengatasi krisis air akibat bencana kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Karanganyar. Pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, BPBD Demak mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak di Desa Undaan Kidul dan Desa Ngaluran.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kekeringan ini berdampak pada ratusan Kepala Keluarga (KK) di kedua desa tersebut. Di Desa Undaan Kidul, tepatnya di Dukuh Gandek, sebanyak 440 KK atau 940 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara itu, di Desa Ngaluran, dampak kekeringan dirasakan oleh 510 KK yang mencakup 1.955 jiwa di beberapa titik RT dan dukuh.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Demak mengerahkan 4 unit armada truk tangki air. “Volume bantuan air bersih yang didistribusikan mencapai 12 tangki dengan kapasitas 5.000 liter per tangki, sehingga total air yang disalurkan adalah 60.000 liter,” mengutip keterangan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Demak. Penyaluran bantuan ini dibagi rata, yakni 6 tangki untuk Desa Undaan Kidul dan 6 tangki untuk Desa Ngaluran.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan air bersih tersebut berjalan lancar. Petugas BPBD secara langsung mendistribusikan pasokan air dari truk tangki ke tempat-tempat penampungan milik warga, seperti ember, jerigen plastik, hingga tong berkapasitas besar. Masyarakat setempat secara teratur mengantre demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.