Demak, 02 Oktober 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak kembali mendistribusikan pasokan bantuan air bersih dengan total volume 40.000 liter pada hari Kamis (1/10/2026). Bantuan ini disalurkan untuk merespons dampak bencana kekeringan di tiga titik lokasi berbeda, yakni Desa Ngaluran di Kecamatan Karanganyar, Pondok Pesantren Rohmaniyyah Desa Menur di Kecamatan Mranggen, serta Desa Brambang di Kecamatan Karangawen.
Tindakan pendistribusian ini dilakukan sebagai tindak lanjut langsung atas surat permohonan pemenuhan air bersih yang diajukan oleh masing-masing Pemerintah Desa (Pemdes) dan pengurus pondok pesantren. Berdasarkan data asesmen dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Demak, krisis air bersih ini berdampak pada 375 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ngaluran, 86 KK di Desa Brambang, serta 143 jiwa penerima manfaat di area Pondok Pesantren Rohmaniyyah.

Guna menjangkau ketiga wilayah tersebut, BPBD Demak mengerahkan 5 unit armada truk tangki. Total bantuan sebanyak 8 tangki (masing-masing berkapasitas 5.000 liter) dialokasikan dengan rincian 5 tangki untuk Desa Ngaluran, 2 tangki untuk Desa Brambang, dan 1 tangki untuk Ponpes Rohmaniyyah. Pendanaan distribusi air bersih ini bersumber dari kolaborasi antara PT. Jasa Tirta I Demak yang mendanai 5 tangki, serta APBD Pemerintah Kabupaten Demak untuk 3 tangki lainnya.
Operasi di lapangan melibatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang dibantu oleh Relawan Demak Rescue dan Relawan Raden Patah. Dalam pelaksanaannya, petugas tampak sigap mengalirkan air dari selang truk tangki ke berbagai titik penampungan, mulai dari mengisi bak kolam terpal buatan, mengisikan air ke bak mandi di dalam ruangan bangunan, hingga melayani warga yang mengantrekan puluhan galon air mineral dan tong air berukuran besar di jalanan perkampungan.